Analisis Perbandingan Materi Pembelajaran Fiqih Di Thailand Dan Indonesia Tingkat 1 Sekolah Menengah Pertama

Authors

  • Feby Wijaya Kusumawati University of Ibn Khaldun
  • Noor Alfaien Universitas Ibn Khaldun
  • Gunawan Ikhtiono Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.30631/ies.v9i1.210

Keywords:

Comparative analysis, Fiqh Learning Materials, Thailand-Indonesia

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis perbandingan materi pembelajaran fiqih di Thailand dan Indonesia tingkat 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan dalam penyajian materi fiqih di kedua negara, baik dari segi isi materi, metode penyampaian, maupun tujuan pembelajaran. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kurikulum pendidikan, kondisi sosial masyarakat, serta kebutuhan peserta didik di masing-masing negara. Di Indonesia, pembelajaran fiqih disajikan secara sistematis, lengkap, dan berbasis konsep, sedangkan di Thailand pembelajaran lebih sederhana dan menekankan pada aspek praktik ibadah sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan materi pembelajaran fiqih di Thailand dan Indonesia tingkat 1 SMP serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami karakteristik penyajian materi fiqih yang digunakan di kedua negara dalam membentuk pemahaman dan praktik ibadah peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku ajar fiqih tingkat 1 SMP di Indonesia dan Thailand serta sumber-sumber lain yang relevan seperti jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen pendukung penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis isi materi pembelajaran fiqih pada kedua negara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian materi pembelajaran fiqih di Thailand dan Indonesia. Materi fiqih di Indonesia lebih menekankan pada aspek teoritis dan konseptual, seperti penjelasan dalil, syarat, rukun, sunnah, dan hal-hal yang membatalkan ibadah. Sementara itu, materi fiqih di Thailand lebih menekankan pada aspek praktis dan penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran fiqih dipengaruhi oleh kurikulum pendidikan dan kondisi sosial masyarakat di masing-masing negara. Meskipun demikian, kedua sistem pembelajaran tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk peserta didik yang mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik.

Downloads

Published

2026-06-30